Tes Buta Warna Abu-abu-Hijau ini adalah skrining bergaya Ishihara yang memperkirakan seberapa baik Anda dapat mendeteksi angka hijau yang tersembunyi di bidang titik abu-abu yang hampir netral. Cocok untuk Anda yang sering bingung membedakan abu-abu dan hijau pada peta, UI, tekstil, atau grafik; untuk pelajar ilmu penglihatan; serta siapa pun yang penasaran dengan persepsi warna. Tes ini memakai tingkat kesulitan adaptif, menampilkan akurasi dan waktu respons, serta memberi kesimpulan berbasis sains.

Tes Diskriminasi Warna Ishihara Abu-abu-Hijau

Tes ini menilai kemampuan Anda membedakan sinyal kromatik hijau pada latar abu-abu yang hampir netral dengan pelat gaya Ishihara adaptif.

Petunjuk Tes (Abu-abu-Hijau)

  • Lihat lingkaran dan identifikasi angka yang terbentuk dari titik berwarna (hijau vs latar abu-abu)
  • Ketik angka yang Anda lihat di kolom input lalu klik Kirim
  • Jika Anda tidak melihat angka, Anda dapat klik Lewati
  • Tes menyesuaikan dengan performa Anda - jawaban benar mengurangi pemisahan abu-abu-hijau
  • Selesaikan semua 20 pelat untuk penilaian yang menyeluruh
  • Pastikan pencahayaan netral; nonaktifkan peningkat warna / mode malam / HDR
  • Tes mengukur waktu respons Anda untuk tiap pelat
Tingkat kesulitan: Sedang
Pelat 1 dari 20 0 Benar

Hasil Tes

Skor: 0/20
Bagikan ini?
WhatsApp X Telegram Facebook LinkedIn Reddit

Cara menggunakan tes

  • Siapkan layar: nonaktifkan mode malam, filter cahaya biru, HDR, dan peningkat warna apa pun; gunakan pencahayaan ruangan yang netral.
  • Posisi melihat: duduk pada jarak yang nyaman dengan layar berada di tengah dan stabil.
  • Mulai: jalankan tes buta warna hijau-abu dan amati setiap pelat.
  • Jawab: ketik angka yang Anda lihat (1-99) lalu kirim, atau pilih Lewati jika tidak terlihat apa pun.
  • Adaptasi: jawaban benar membuat tes lebih menantang; salah atau melewati akan menurunkannya.
  • Hasil: tinjau skor total, tingkat kesulitan tertinggi yang dicapai, waktu respons rata-rata atau median, serta interpretasi singkat.
  • Panduan interpretasi: konsisten berhasil di level tinggi biasanya menunjukkan kemampuan membedakan abu-abu-hijau yang normal; kesulitan di level mudah dapat mengarah pada gangguan dan sebaiknya diperiksa secara klinis.

Fitur tes

  • Pelat dan perenderan: 20 lingkaran mirip Ishihara yang dibuat secara prosedural setiap sesi; angka memakai rentang rona hijau, sedangkan latar berupa abu-abu hampir netral dengan kecerahan yang disamakan untuk membatasi petunjuk luminans.
  • Input dan umpan balik: input bilangan bulat (1-99), tombol Kirim dan Lewati, dengan hasil instan “Benar”, “Salah” (menampilkan angka target), atau “Dilewati”.
  • Kesulitan adaptif: variabel kesulitan kontinu yang dipetakan ke tujuh label (Sangat Mudah → Ekstrem). Rangkaian jawaban benar menaikkan kesulitan; kesalahan menurunkannya.
  • Penyempurnaan ekstrem: pada level tertinggi, mesin menerapkan mikro-langkah kecil pada perbedaan rona dan saturasi untuk menguji ambang.
  • Realisme susunan titik: grid titik acak, tiling multi-ukuran, batas tumpang tindih, serta mikro-bentuk non-angka di luar masker angka untuk mengurangi artefak tepi.
  • Metrik waktu: timer per pelat ditambah ringkasan median/rata-rata; penguncian input singkat antar pelat mencegah pengiriman ganda.
  • Skor dan analitik:
    • Skor n/20 dan akurasi %.
    • Tabel per level (percobaan, benar, akurasi untuk level 1-7).
    • Metrik penguasaan (akurasi berbobot lintas tingkat kesulitan).
    • Proksi ambang: pemisahan rona terkecil yang berhasil Anda bedakan (Δh).
    • Kategori utama: Sangat baik / Baik / Sedikit menurun / Menurun sedang / Menurun berat berdasarkan proksi ambang.
  • Ringkasan cara kerja: mesin mengurangi pemisahan kromatik antara angka hijau dan latar abu-abu di setiap level sambil menjaga kecerahan tetap hampir setara; hasil mencerminkan kemampuan Anda memakai petunjuk kromatik, bukan luminans.
green-grey-color-blindness-test-calculife

Pelat abu-abu-hijau dengan angka 25 (gaya Ishihara)

Memahami Penglihatan Abu-abu-Hijau dan Dampaknya

Kebingungan abu-abu-hijau bukan kategori klasik seperti merah-hijau atau biru-kuning, tetapi tetap penting dalam praktik. Banyak pengguna kesulitan melihat sinyal hijau pada latar abu-abu dengan kroma rendah, terutama pada peta, dashboard, atau antarmuka pengguna yang memakai perbedaan rona halus untuk menyampaikan makna.

Latar belakang klinis

  • Jalur merah-hijau: Kebanyakan defisiensi bawaan adalah protan (merah) atau deutan (hijau). Kebingungan abu-abu-hijau bisa menjadi efek samping dari sensitivitas hijau yang menurun.
  • Penyebab didapat: Katarak, degenerasi makula, glaukoma, retinopati diabetik, neuropati optik, atau bahkan obat-obatan dapat menggeser sensitivitas warna.
  • Standar pengujian: Alat klinis mencakup Farnsworth D-15 dan tes penyusunan D-15 desaturasi, serta tugas diskriminasi rona otomatis.

Faktor layar dan lingkungan

Tes abu-abu-hijau online bergantung pada layar Anda:

  • Layar terkalibrasi dan pencahayaan netral meningkatkan keandalan.
  • Mode malam, HDR, atau filter warna dapat mendistorsi hasil.
  • Kontrol kecerahan itu penting. Jika hijau dan abu-abu berbeda tingkat terang, petunjuk luminans dapat menutupi defisit yang sebenarnya.

Dampak praktis

  • Desain dan aksesibilitas: Teks atau ikon hijau di atas latar abu-abu bisa sulit terlihat.
  • Keselamatan dan navigasi: Peta, tampilan penerbangan, atau sistem transportasi sering memakai sinyal hijau pada nada netral.
  • Kehidupan sehari-hari: Memilih kain (misalnya abu-abu vs olive), membaca grafik, atau menangkap peringatan di perangkat lunak.

Apa yang perlu dilakukan jika masalah berlanjut

  • Ulangi tes dengan pencahayaan mirip siang hari pada layar lain.
  • Gunakan petunjuk tambahan (bentuk, label, gerak) dalam desain.
  • Jika sensitivitas abu-abu-hijau yang menurun tetap terjadi, lakukan pemeriksaan formal.

FAQ

  1. Apakah ini bersifat diagnostik? – Tidak. Ini adalah alat skrining. Hanya pemeriksaan klinis yang dapat mendiagnosis gangguan penglihatan warna.
  2. Apa arti ambang Δh yang rendah? – Anda mampu membedakan pemisahan rona yang sangat kecil, yang menunjukkan diskriminasi abu-abu-hijau lebih baik.
  3. Apakah pencahayaan atau layar dapat memengaruhi hasil? – Ya. Cahaya sekitar, kalibrasi layar, dan filter dapat mengubah tingkat kesulitan yang terasa.
  4. Apakah penurunan abu-abu-hijau sama dengan deutan atau protan? – Tidak selalu. Anomali deutan/protan (merah-hijau) memang umum; tes ini khusus menguji hijau pada abu-abu berkroma rendah, yang dapat menampilkan masalah kegunaan yang berbeda.
  5. Apakah latihan bisa memperbaiki buta warna? – Tidak ada pelatihan yang terbukti memulihkan defisit bawaan. Strategi aksesibilitas dan palet yang lebih baik dapat membantu mengurangi dampaknya.
  6. Siapa yang sebaiknya mencoba ini? – Siapa pun yang kesulitan melihat indikator hijau pada UI abu-abu, peta, atau grafik, atau yang ingin cek cepat sebelum tes formal.
  7. Bagaimana jika hasil saya buruk? – Uji ulang dengan pencahayaan netral pada layar lain. Jika kesulitan tetap berlanjut, pertimbangkan tes deuteranomali klinis atau tes protanopia sesuai kebutuhan.

Sumber dan referensi

Apa hasil Anda? Ada fitur apa yang ingin Anda lihat di tes ini? Tulis di kolom komentar di bawah!

CalcuLife.com